Bambu Sebagai Tulangan Pada Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Jalan Raya

Eko Darma, Anita Setyowati Srie Gunarti, Elma Yulius, Sri Nuryati, Ninik Paryati

Abstract

Bambu mempunyai sifat mekanik yang baik karena hampir menyerupai sifat mekanik baja. Oleh karena itu penggunaan bambu dapat digunakan pada konstruksi bangunan sipil lainnya sebagai material alternatif pengganti baja seperti  perkerasan kaku (rigid pavement) jalan raya. Pada perkerasan kaku jalan raya baja digunakan sebagai tulangan yang berfungsi untuk menahan retak susut akibat suhu dan menambah kapasitas beban jalan.

Penelitian ini menggunakan bambu untuk tulangan perkerasan kaku jalan raya. Spesimen yang dibuat adalah meshing (jaringan) tulangan bambu dan tulangan baja dengan panjang 5 m dan lebar 3,5 m, diameter 12 mm dan tiap tulangan dipasang pada jarak setiap 100 mm. Meshing tersebut masing-masing dipasang pada tiap segmen jalan yang berukuran panjang x lebar x tinggi yaitu 3,5 m x 5 m x 0,3 m pada kedalaman 20 cm dari permukaan jalan dan mutu beton K–300. Uji dilakukan dengan menggunakan beban kendaraan yang divariasikan  mulai dari 1000 Kg sampai dengan mendekati 14000 Kg dan diamati respon dari perkerasan kaku seperti defleksi, regangan dan tegangan.

Defleksi terbesar pada perkerasan rigid pavement  tulangan bambu adalah 0,6 mm pada beban 9323 Kg. Tegangan maksimum yang dihasilkan pada tulangan baja memanjang dan melintang adalah 1062,6 Kg/cm2 dan 686,7 Kg/cm2 dengan nilai E baja 2100000 Kg/cm2, sedangkan pada bambu tegangan terbesar yang dihasilkan adalah 118,62 Kg/ cm2 dan 86,87 Kg/ cm2 dengan nilai E bambu 313810 Kg/cm2 pada kondisi ini tegangan yang terjadi masih dalam batas elastis. Hasil penelitian menunjukkan bambu layak  dipakai sebagai tulangan pada rigid pavement jalan raya.

Keywords

rigid pavement, tulangan bambu, tulangan baja, defleksi, regangan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.