PENGGUNAAN BENIH DAN PREFERENSI PETANI TERHADAP KARAKTERISTIK VARIETAS UNGGUL PADI PADA TIGA SENTRA PRODUKSI PADI DI JAWA BARAT

Authors

  • Iskandar Ishaq
  • Agus Ruswandi

DOI:

https://doi.org/10.34147/crj.v4i01.173

Abstract

Dalam upaya meningkatkan adopsi benih padi varietas unggul baru padi guna menunjang peningkatan produksi padi di Jawa Barat, maka dilakukan penelitian bertujuan mengetahui karakteristik usahatani petani padi sawah, penggunaan benih dan preferensi petani terhadap karakteristik varietas padi. Lokasi penelitian di tiga kabupaten sentra produksi padi di Jawa Barat yang ditentukan secara purposive dan tiga kabupaten tersebut diasumsikan mewakili masing-masing sentra produksi padi di Jawa Barat, yaitu Kabupaten Subang (Jawa Barat bagian utara), Bandung (Jawa Barat bagian tengah), dan Kabupaten Garut (Jawa Barat bagian selatan). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa usahatani padi sawah didominasi oleh petani yang berpendidikan SD, berumur 40-50 tahun (Jabar Utara), 40-60 tahun (Jabar Tengah) dan 50-60 tahun (Jabar Selatan). Petani padi pada wilayah Jabar Utara cenderung lebih efisien dalam kuantitas penggunaan benih dibandingkan wilayah Jabar Tengah dan Selatan dengan intensitas pembelian benih 2 kali per tahun (Jabar Utara dan Tengah) dan 1 kali per tahun (Jabar Selatan). Preferensi petani terhadap varietas padi cenderung menyukai dengan karakteristik bentuk gabah panjang (ramping), mutu beras baik, warna beras putih-bersih dan rasa nasi enak (untuk konsumsi) dan/atau pera (untuk industri) pada wilayah Jabar Utara, Sedangkan, pada wilayah Jabar Tengah dan Selatan petani cenderung menyukai varietas dengan karakteristik yang hampir sama, yaitu bentuk gabah agak bulat sampai ramping, mutu beras baik, rasa nasi enak dan toleran hama dan penyakit (OPT), dan harga jual tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariyanti, Fiki. 2013. Petani Indonesia Kebanyakan Sudah Sepuh. (http://bisnis.liputan6.com/read/ 681381/susut-175-per-tahunberapa-jumlah-petaniindonesia-saat-ini). Diakses 7 Agustus 2014.

Bachrein, S dan I. Ishaq. 2007. Strategi Pengembangan Sistem Perbenihan Padi di Jawa Barat. Bul. Ristek Balitbangda Vol 1: (2) Desember 2007.

Departemen Pertanian. 2009. Pedoman pelaksanaan sekolah lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Padi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Departemen Pertanian. 110h.

Hernanto. 1984. Petani Kecil, Potensi dan Tantangan Pembangunan. PT. Ganesia. Jakarta.

Ibrahim, J.T., Armand Sudiyono, dan Harpowo. 2003. Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian. Banyumedia Publishing. Malang.

Ishaq, I, S. Ramdhaniati dan F. Perghana. 2013. Kajian penggunaan benih dan bibit pada pelaksanaan PTT Padi Sawah di Jawa Barat. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Padi di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Sukamandi 4-5 Juli 2013. 13h.

Ishaq, I. 2012. Inovasi Teknologi Tanaman Padi dan Durian: Jajar Legowo (Jarwo) Komponen Teknologi Penciri PTT Penunjang Peningkatan Hasil Padi Sawah. Tabloid Sinar Tani Edisi 19-25 Desember 2012 No. 3487 Tahun XLIII.

Ishaq, I. 2011. Konsumsi dan Strategi Pemenuhan Kebutuhan Beras pada 2015 di Jawa Barat h.217-229 dalam Sumarno et al (Eds.): IPTEK Tanaman Pangan 6(2):2011. 274h.

Ishaq, I. 2010a. Identifikasi kesesuaian lahan dan profil usahatani padi di tiga agroekosistem sawah di Jawa Barat : Studi Kasus di Kabupaten Sumedang. h1233- 1254 dalam A. Setyono, S.D Indrasari dan Agus S.Y (Eds.): Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Padi 2009 Buku-3, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Litbang Pertanian.1359h.

Ishaq, I. 2010b. Potensi Pengembangan Perbenihan Padi di Jawa Barat Berdasarkan Analisis SWOT. Hal 1149-1172 dalam Agus Setyono, SD. Indrasari dan Agus SY (eds.) : Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Padi 2009: Inovasi Teknologi Padi untuk Mempertahankan Swasembada dan Mendorong Ekspor Beras Buku 3. Balai Besar Penelitian Padi, Sukamandi Subang.

Kasryno, F. 1997. Meningkatkan Pemanfaatan Sumberdaya Pertanian dan pengembangan Sistem Pertanian Menuju Era Globalisasi Ekonomi. Prosiding Agribisnis Dinamika Sumberdaya dan Sistem Usaha Pertanian. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

Manzanilla, D.O, Joel D, Janiya dan David E, Johnson. 2013. Kelembagaan formal perbenihan. h.2-11 dalam Zaini, Z., Hermanto, dan D. Wurjandari (Penterjemah dan Penyunting) : Membangun sistem perbenihan berbasis masyarakat. Manual Pelatihan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor. 234h.

Mardikanto, T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Sebelas Maret University Press. Surakarta.

Nugraha, U.S dan I.M.J Mejaya. 2013. Konsep High Profile Unit Pengelola Benih Sumber UPBS) Padi. Makalah disajikan pada Rapat Kerja Lingkup Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian di Kudus, 20-24 Maret 2013.21h.

Prabayanti, H. 2010. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Adopsi Biopestisida Oleh Petani Di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta

Rahmawati, D.R. dan L. Widjayanthi, dan S. Raharto. 2010. Tingkat Adopsi Teknologi Program Prima Tani Dan Penguatan Kelembagaan Dengan PT Tri Sari Usahatani. J-SEP Vol. 4 No. 1 Maret 2010 Universitas Jember. Kampus Tegalboto - Jember 68121

Rukka, H., Buhaerah dan Sunaryo. 2006. Hubungan karakteristik petani dengan respon petani terhadap penggunaan pupuk organik pada padi sawah (Oryza sativa L.). Jurnal Agrisistem, Juni 2006, Vol 2 (1): 23-31.

Soekartawi. 2005. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. UI Press. Jakarta.

Supriatna, A dan A. Dhalimi. 2010. Prospek pengembangan model industri perbenihan padi rakyat dari sisi kelayakan usaha. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian XIII(1):29-41.

Published

2018-06-30

How to Cite

PENGGUNAAN BENIH DAN PREFERENSI PETANI TERHADAP KARAKTERISTIK VARIETAS UNGGUL PADI PADA TIGA SENTRA PRODUKSI PADI DI JAWA BARAT. (2018). Creative Research Journal, 4(01), 1-12. https://doi.org/10.34147/crj.v4i01.173