ANALISIS SPASIAL PREVALENCE OF UNDERNOURISHMENT TINGKAT DESA DI KABUPATEN SUKABUMI
DOI:
https://doi.org/10.34147/crj.v12i01.456Kata Kunci:
Indeks Moran, Kabupaten Sukabumi, Local Indicator of Spatial Autocorrelation, Prevalence of Undernourishment , Sumber Daya ManusiaAbstrak
Permasalahan ketidakcukupan gizi dan pangan merupakan isu global yang tercermin dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2, yaitu tanpa kelaparan. Kondisi ini berimplikasi langsung pada kualitas sumber daya manusia, produktivitas ekonomi, dan daya saing daerah. Salah satu indikator yang digunakan secara internasional untuk mengukur ketidakcukupan konsumsi pangan adalah Prevalence of Undernourishment (PoU). Nilai PoU Kabupaten Sukabumi cukup tinggi sebesar 5,82% (2024). Penelitian ini bertujuan menganalisis pola spasial PoU pada tingkat desa di Kabupaten Sukabumi serta keterkaitannya dengan Indeks Desa Membangun (IDM). Data PoU tahun 2024 dianalisis menggunakan Indeks Moran dan Local Indicators of Spatial Autocorrelation (LISA), serta uji korelasi untuk menilai hubungan PoU dengan IDM. Hasil penelitian menunjukkan nilai Moran’s Index sebesar 0,502 yang mengindikasikan adanya pola mengelompok (clustering) pada PoU dan hotspot area ditemukan di wilayah Barat Laut dan Selatan. Uji korelasi menghasilkan nilai -0,379, menunjukkan hubungan negatif antara PoU dan IDM. Diketahui pola penyebaran hotspot pada desa maju dan mandiri cenderung berada di wilayah Selatan. Temuan ini menegaskan adanya keterkaitan antar wilayah untuk tingkat PoU cukup tinggi di Kabupaten Sukabumi, sehingga perlu kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih terarah khususnya dalam penguatan ketahanan pangan berbasis tata kelola pemerintahan yang baik guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Unduhan
Referensi
Badan Pangan Nasional (Bapanas). (2023). "Rencana Aksi Badan Pangan Nasional Tahun 2023" Jakarta.
Badan Pangan Nasional (Bapanas). (2025). "Buku Analisis Kerawanan Pangan Tahun 2024," Jakarta.
Becker, G.S. (1964). “Human Capital: A Theoretical and Empirical Analysis, with Special Reference to Education,” in. Chicago. Available at: University of Chicago Press.
Dasgupta, P., & Ray, D. (1986) “Inequality as a Determinant of Malnutrition and Unemployment: Theory,” The Economic Journal, 96(384), pp. 1011–1034. Available at: https://doi.org/10.2307/2233171.
Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO). (2006). The Right To Food Guidelines: Information Papers and Case Studies. Rome. Food and Agriculture Organization of the United Nations.
Food and Agriculture Organization of The United Nations (FAO). (2025). The State of Food Security and Nutrition in The World. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Rome.
Gaspersz, P. (2023) “Linking Public Service Availability to Village Welfare,” The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning, 4(2), pp. 136–158. Available at: https://doi.org/10.46456/jisdep.v4i2.455.
Indra, J & Khoirunurrofik, K. (2022) “Understanding the role of village fund and administrative capacity in stunting reduction: Empirical evidence from Indonesia,” PLoS One, Jan 28;17(1). Available at: doi: 10.1371/journal.pone.0262743.
Wuryandari, Triastuti, et al (2014.) “Identifikasi Autokorelasi Spasial pada Jumlah Pengangguran di Jawa Tengah Menggunakan Indeks Moran,” Media Statistika, 7(1), pp. 1–10.
Kosfeld, Reinhold (2006) "Spatial Econometrics," Available at: https://www.uni-kassel.de/fb07/index.php?eID=dumpFile&t=f&f=2896&token=d92ed3f732d6a016594fb8929e42428de45a7e79.
Kurniadi, Abimanyu & Sutikno. (2018) " Analisis Spasial Persebaran dan Pemetaan Kerawanan Kejadian Kasus Demam Berdarah Dengue di Kabupaten Lumajang dengan Spatial Pattern Analysis dan Flexibly Shaped Spatial Scan Statistic. Jurnal Sains dan Seni ITS, Vol.7(2).
Martínez-Guido, S. I., González-Campos, J. B., & Ponce-Ortega, J.M. (2019) “Strategic planning to improve the Human Development Index in disenfranchised communities through satisfying food, water and energy needs,” Food and Bioproducts Processing, 117, pp. 14–29. Available at: https://doi.org/10.1016/j.fbp.2019.06.007.
Milà-Villarroel, R., Homs, C., Ngo, J., Martín, J., Vidal, M., & Serra-Majem, L. (2015) “Famine, Hunger, and Undernourishment.,” In Encyclopedia of Food and Health, (pp. 581-5. Available at: https://doi.org/10.1016/B978-0-12-384947-2.00269-5.
Myrdal, Gunnar. (1957) "Rich Lands and Poor: The Road to World Prosperity," New York: Harper & Brothers Publishers.
Nurhalijah, Siti Dea. et al. (2024) “Analisis Korelasi Spearman Untuk Mengetahui Hubungan Antara Penggunaan Media Sosial Dan Tingkat Produktivitas Akademis Mahasiswa Agribisnis ( Studi Kasus : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ),” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 2024(16), pp. 800–809. Available at: https://doi.org/10.5281/zenodo.13766003.
Ostrom, E. (1990) “Governing the commons: The evolution of institutions for collective action,” in Cambridge University Press. Cambridge.
Permatasari, K. (2024) “Pengaruh Pengelolaan Dana Desa Terhadap Kesejahteraan Masyarakat yang Dimediasi oleh Indeks Pembangunan Manusia dan Dimoderasi oleh Akuntabilitas,” Tirtayasa Ekonomika, 19 (2). Available at: https://dx.doi.org/10.35448/jte.v19i2.28907.
Pratiwi, Rahmadian. (2019) “Pengujian Hasil Dependensi Menggunakan Moran’s I dan Geary’s C pada Pemodelan Geographycally Weighted Regression (Studi Kasus pada Upah Minimum di Provinsi Jawa Timur),” pp. 1–53.
Putnam, R., Leonardi, R. and Nanetti, R.Y. (2021) “Making Democracy Work: Civic Traditions in Modern Italy,” in A Century in Books: Princeton University Press 1905–2005. Princeton, p. 131. Available at: https://doi.org/10.2307/2620793.
Rachmadsyah, Angga Satria. (2024) “Identifikasi Autokorelasi Spasial pada Perencanaan Menara Telekomunikasi di Kota Sabang,” Bappenas Working Papers, 7(1), pp. 16–33. Available at: https://doi.org/10.47266/bwp.v7i1.235.
Romer, P.M. (1990) “Endogenous Technological Change,” Journal of Political Economy, 98, pp. S71–S102. Available at: http://dx.doi.org/10.1086/261725.
Sekiyama, M., Tsuchiya, K., Roosita, K. et al. (2023) “Socioecological and Dietary Change from 2001 to 2015 in Rural West Java, Indonesia,” Hum Ecol 51, pp. 1205–1216. Available at: https://doi.org/10.1007/s10745-023-00469-y.
Setyowati, L.A., Riset, B. and Nasional, I. (2025) “Strategi Integratif untuk Menurunkan Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Indonesia: Pendekatan Berbasis Data Spasial dan Reformasi Kebijakan Pangan,” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 5, pp. 2888–2903.
Tobler, W.R. (1970)."A Computer Model Simulation of Urban Growth in the Detroit Region," Economic Geography, pp. 234–240. Available at: https://doi.org/10.2307/143141.
Yahya, M.G., Utami, I.P. and Ariansyah, S. (2023). "Pemodelan Spasial Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Menggunakan Pendekatan Ketahanan Pangan di Indonesia Tahun 2022," Seminar Nasional Official Statistics 2023, 869-878.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Garan Paruta, Siti Nurazizah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.













