PERBEDAAN PERILAKU AGRESIF REMAJA DI PERMUKIMAN KUMUHDI KOTA BANDUNG

Penulis

  • Badrun Susantyo

DOI:

https://doi.org/10.34147/crj.v4i01.171

Kata Kunci:

Respon Agresif, Intensitas Tindakan Agresif, Perilaku Agresif, Lingkungan

Abstrak

Banyak kasus kekerasan sebagai perwujudan dari perilaku agresif, baik secara verbal (kata-kata) maupun nonverbal (tindakan). Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku agresif ini adalah lingkungan, baik fisik maupun sosial. Studi ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui tingkat agresivitas perilaku remaja di permukiman kumuh, 2) mengetahui apakah ada perbedaan dalam tingkat agresivitas perilaku antara remaja yang tinggal di tiga wilayah yang memiliki tingkat kekumuhan yang berbeda. Studi ini melibatkan sebanyak 311 remaja yang tinggal di kawasan permukiman kumuh, di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung membagi kawasan kumuh menjadi tiga tingkatan kekumuhan; 1) Agak kumuh, 2) Kumuh, dan 3) Sangat kumuh. Perilaku agresif remaja di kawasan permukiman kumuh ini diukur dengan menggunakan dua parameter, yaitu respon agresif dan intensitas tindakan agresif. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan alat uji dari Kruskall-Wallis H yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kadar perilaku agresif diantara remaja yang tinggal di tiga kawasan kumuh yang berbeda tersebut. Dari studi ini direkomendasikan akan pentingnya memahami karakterisktik warga yang menempati permukiman sebelum dilakukannya penataan dan perbaikan lingkungan permukiman. Pemahaman ini menjadi langkah penting untuk penerapan program/intervensi sosial selanjutnya

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Bandura, A. (1977) Social learning theory, New Jersey: Prentice – Hall, Inc.

Bjorkman, L. (2014) Becoming a Slum: From Municipal Colony to Illegal Settlement in Liberalization-Era Mumbai. International Journal of Urban and Regional Research. 38.(1) 36–59

Buss, A. H., & Perry, M. (1992) The aggression questionnaire. Journal of Personality & Social Psychology, 63, 452-459.

Crawford, C., Fernandes, E. & Jacobs, B. (2015) Shantytowns, Slums And Sustainable Construction: Law And Policy Considerations. Int. Journal For Housing Science. 39 (1) 3-14.

Dill, K.E. & Dill. J.C. (1998) Video game violence: A review of the empirical literature. Aggression and Violent Behavior, 3 (4), 407–428.

Fryer, G. E. Jr. & Miyoshi , T.J. (1996) The role of the environment in the etiology of child maltreatment. Aggression and Violent Behavior, I (4), 317-326.

Izutsu, T., Tsutsumi, A., Islam, A.Md., Kato, S.W., Susumu & Kurita, H. (2006) . Mental health, quality of life, and nutritional status of adolescents in Dhaka, Bangladesh: Comparison between an urban slum and a non-slum area. Social Science & Medicine, 63, 1477–1488.

Hall & Lindzey.(1993) Psikologi kepribadian. Jakarta: Rajawali Pers.

Koswara, E. (1988) Agresi manusia. Bandung: PT. Eresco.

Lestari, F. (2006) Identifikasi tingkat kerentanan masyarakat permukiman kumuh perkotaan melalui pendekatan sustainable urban livelihood (SUL): Studi kasus : Kelurahan Tamansari, Bandung. Retrived May 11, 2015 from http://kk.pl.itb.ac.id/ppk.

Lestari, B. (2003) Hubungan antara stres lingkungan dengan perilaku coping. Suatu studi pada masyarakat di salah satu RW, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Jakarta: Universitas Tarumanegara.

Levy-Warren, M. (1996) The Adolescent journey: Development, identity formation and psychoterapy. New Jersey: Jason Aronson Inc.

Natakun, B. (2015) Community-based Development and Participatory Slum Upgrading: Practices and Challenges. The International Journal of Architectonic, Spatial, and Environmental Design. 9, (1) 16-27.

Sulistyani, N., Faturochman & As'ad, M. (1993) Agresivitas warga pemukiman padat dan bising di Kotamadya Bandung. Jurnal Psikologi. Universitas Gadjah Mada, 2, 11- 19.

Sulistyawati (2007) Arsitektur dan permukiman kelompok sosial terpinggirkan di Kota Denpasar: Perspektif kebudayaan kemiskinan. Universitas Udayana, Bali. Jurnal Permukiman Natah, 5 (2), 62 – 108.

Susantyo, B. (2016) Faktor-Faktor Determinan Penyebab Perilaku Agresif Remaja Di Permukiman Kumuh Di Kota Bandung. Jurnal Sosiokonsepsia. 6 (1), 001-018.

Susantyo, B. (2017) Lingkungan dan Perilaku Agresif Individu. Jurnal Sosio Informa. 3 (01), 15-25.

Susantyo, B. (2011) Memahami Perilaku Agresif: Sebuah Tinjauan Konseptual. Jurnal Informasi. 16 (03), 189-202.

Unduhan

Diterbitkan

2018-06-30

Cara Mengutip

PERBEDAAN PERILAKU AGRESIF REMAJA DI PERMUKIMAN KUMUHDI KOTA BANDUNG. (2018). Creative Research Journal, 4(01), 21-28. https://doi.org/10.34147/crj.v4i01.171