ANALISIS WILLINGNESS TO PAY MASYARAKAT TERHADAP PENGADAAN LAYANAN PDAM TIRTA RAHARJA MENGGUNAKAN METODE CONTINGENT VALUATION
DOI:
https://doi.org/10.34147/crj.v6i01.258Kata Kunci:
Metode Contingent Valuation, Kemauan untuk membayar, PDAMAbstrak
Gandasari adalah salah satu desa di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Kebanyakan penduduk di Desa Gandasari menggunakan air tanah sebagai sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Namun kualitas dan kuantitas air tanah di Desa Gandasari seringkali tidak layak, sehingga pengadaan penyediaan air bersih yang layak diperlukan. Di sisi lain, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja berencana mengembangkan Sambungan Rumah (SR) di Desa Gandasari RW 5,6,7,9, dan 11. Pengadaan dan pengelolaan penyediaan air harus memenuhi prinsip pemulihan biaya, sehingga perlu diketahui nilai WTP masyarakat terhadap pengadaan layanan PDAM Tirta Raharja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan WTP masyarakat terhadap pengadaan layanan PDAM Tirta Raharja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi besar WTP. Nilai WTP diperoleh melalui kuesioner yang dikumpulkan dari 89 KK di Desa Gandasari menggunakan metode Contingent Valuation dan teknik bidding games. Dari hasil kuesioner, diperoleh nilai EWTP untuk pemasangan sambungan PDAM sebesar Rp961.798 dan nilai TWTP sebesar Rp735.775.281, sedangkan EWTP untuk retribusi sebesar Rp51.742/bulan dan nilai TWTP sebesar Rp39.405.000/bulan. Faktor yang mempengaruhi besar WTP instalasi adalah jumlah orang dalam 1 KK dan rata-rata pendapatan, sedangkan retribusi dipengaruhi oleh rata-rata pendapatan. Rekomendasi yang diberikan untuk penduduk yang tidak mampu untuk berlangganan PDAM adalah dengan membangun sumur komunal dengan 5 hidran umum.
Unduhan
Referensi
Direktorat Jenderal Cipta Karya. (1990). Pedoman Teknis Penyediaan Air Bersih IKK Pedesaan, Jakarta: Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen PU.
Gujarati, D. 2006. Ekonometrika Dasar. (Terjemahan Sumarno Zain). Jakarta: Erlangga.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2019. Prosedur Operasional Standar Operasional dan Pemeliharaan Program Kota Tanpa Kumuh. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Maxwell, J. A. (1996). Qualitative Research Design: An Interactive Approach. London, Applied Social Research Methods Series.
Merryna, A. 2009. Analisis Willingness To Pay Masyarakat Terhadap Pembayaran Jasa Lingkungan Mata Air Cirahab (Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten). Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Nasir, U. (2009). Contingent Valuation Method dalam Penaksiran Nilai Ekonomi Lokawisata Baturaden di Purwokerto Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Unpublished thesis (S1). Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Prasetyo, W.B. (2019). Gandeng Moya, Kabupaten Bandung Perluas Cakupan Layanan Air Bersih. Diperoleh dari: https://www.beritasatu.com/ekonomi/ 567997/gandeng-moya-kabupaten bandung-perluas-cakupan-layanan air-bersih [Diakses 12/11/2019]
Safitri, K. (2018). PUPR maksimalkan layanan air minum dengan program 100-0-100. Diperoleh dari: nasional.kontan.co.id/news/pupr maksimalkan-layanan-air-minum dengan-program-100-0-100 [Diakses 12/11/2019]
Sugiyono, (2018). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta
United States of Agency for International Development. (2010). Paket Penjelasan Layanan Sambungan Komunal Water for the Poor Toolkit. Jakarta: Environmental Service Program.
Water and Sanitation Program. (2011). Cost Recovery in Urban Water Services: Select Experiences in Indian Cities. New Delhi: Vashima Printers.
Yolinda. (2019). Analisis Willingness To Pay Sistem Penyediaan Air Minum Menggunakan Contingent Valuation Method Di Kota Bandung (Studi Kasus Pelanggan IPA Dago Pakar). Bandung: Institut Teknologi Nasional.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 Farah Fauzia Raihana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.













