ANALISA PENGARUH VARIABILITAS IKLIM TERHADAP KASUS KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL REGRESI: STUDI KASUS KOTA BANDUNG

Penulis

  • M. Henry Joyodiningrat Institut Teknologi Bandung
  • Yonatan Kurniawan Institut Teknologi Bandung

DOI:

https://doi.org/10.34147/crj.v10i02.344

Kata Kunci:

Demam Berdarah Dengue (DBD), Suhu, Curah hujan, Kelembapan, Kecepatan Angin

Abstrak

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk yang menjadi permasalahan di seluruh dunia setiap tahunnya. Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat merupakan daerah yang rentan terhadap kejadian DBD dilihat dari tingginya angka kasus dan tingkat kematian akibat DBD. Variabilitas iklim seperti suhu, curah hujan, kelembapan dan kecepatan angin, memiliki pengaruh terhadap kejadian DBD dimana mempengaruhi terhadap siklus hidup nyamuk, media berkembang biak, dan juga jangkauan nyamuk terhadap manusia.Tingginya angka kasus akan berpengaruh terhadap keberlanjutan pengembangan wilayah salah satunya berimplikasi terhadap tingginya beban terhadap anggaran kesehatan. Berdasarkan model regresi yang dihasilkan ditemukan hubungan antara variabilitas iklim dengan angka kesehatan. Variabilitas iklim berpengaruh secara simultan terhadap kejadian demam berdarah di Kota Bandung. Dengan nilai R2 sebesar 0,737. Terbuktinya pengaruh variabilitas iklim terhadap angka penyakit DBD di Kota Bandung dapat digunakan dalam menyusun early warning system untuk mencegah dan menekan angka kasus berupa kegiatan preventif penyakit yang lebih akurat sebelum angka kasus kejadian meningkat

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Hales, S., De Wet, N., Maindonald, J., & Woodward, A. (2002). Potential effect of population and climate changes on global distribution of dengue fever: an empirical model. The Lancet, 360(9336), 830-834.

Laskowska, I. (2011). Health capital and regional development. A panel data approach.

Xu, H. Y., Fu, X., Lee, L. K. H., Ma, S., Goh, K. T., Wong, J., ... & Ng, L. C. (2014). Statistical modeling reveals the effect of absolute humidity on dengue in Singapore. PLoS neglected tropical diseases, 8(5), e2805.

Hanlon, M., Graves, C. M., Brooks, B. P., Haakenstad, A., Lavado, R., Leach-Kemon, K., & Dieleman, J. L. (2014). Regional variation in the allocation of development assistance for health. Globalization and health, 10, 1-6.

World Health Organization. (2015). National guideliens for clinical management of dengue fever. In National Vector Borne Disease Control Programe.

Xu, L., Stige, L. C., Chan, K. S., Zhou, J., Yang, J., Sang, S., ... & Stenseth, N. C. (2017). Climate variation drives dengue dynamics. Proceedings of the National Academy of Sciences, 114(1), 113-118.

Ghozali, I. 2018. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Haryanto, R. B. (2018). Dengue Hemorrhagic Fever Vulnerability to Climate in Indonesia: Assessment, Projection, and Mapping.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2021), Data DBD Indonesia. Diakses pada https://p2pm.kemkes.go.id/storage/publikasi/media/file_1619447946.pdf

Faridah, L., Suroso, D. S. A., Fitriyanto, M. S., Andari, C. D., Fauzi, I., Kurniawan, Y., & Watanabe, K. (2022). Optimal validated multi-factorial climate change risk assessment for adaptation planning and evaluation of infectious disease: A case study of dengue hemorrhagic fever in Indonesia. Tropical Medicine and Infectious Disease, 7(8), 172.

Badan Pusat Statistik Kota Bandung. Diakses pada https://bandungkota.bps.go.id/

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-13

Cara Mengutip

ANALISA PENGARUH VARIABILITAS IKLIM TERHADAP KASUS KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN MODEL REGRESI: STUDI KASUS KOTA BANDUNG. (2024). Creative Research Journal, 10(02), 85-96. https://doi.org/10.34147/crj.v10i02.344