POTENSI TALAS BENENG (Xanthosoma undipes) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS HUTAN RAKYAT DI CIAMIS, JAWA BARAT

Penulis

  • Suhartono National Research and Innovation Agency

DOI:

https://doi.org/10.34147/crj.v10i02.365

Kata Kunci:

hutan rakyat, produktivitas, talas beneng

Abstrak

Produktivitas hutan rakyat masih rendah jika diukur dalam rata-rata per tahun. Hal tersebut disebabkan oleh pengusahaan yang masih bertumpu pada hasil kayu. Oleh karena itu, mengembangkan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang pengembangan talas beneng dalam meningkatkan produktivitas hutan rakyat dan menganalisis luas lahan yang berpotensi untuk pengembangannya. Survei dan wawancara dilakukan dengan tiga informan kunci (ketua kelompok usahatani talas beneng di Desa Sukamaju dan Desa Kutawaringin) serta studi literatur dari berbagai sumber di internet. Analisis spasial juga dilakukan untuk menghitung potensi luas lahan pengembangannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa talas beneng cukup berpotensi dikembangkan di lahan hutan rakyat karena toleran terhadap naungan, mudah dibudidayakan, produktivitas umbi dan daun yang tinggi, serta berpeluang ekspor. Total luas lahan yang berpotensi untuk pengembangan talas beneng di Kabupaten Ciamis mencapai 35.260,05 ha yang terdiri dari kategori agak sesuai hingga sesuai tersebar di 26 kecamatan. 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Budiarto, M.S. and Rahayuningsih, Y. (2017), “Potensi nilai ekonomi talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) berdasarkan kandungan gizinya”, Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, Vol. 1 No. 1, pp. 1–12, doi: http://ejournal.bappeda.bantenprov.go.id/index.php/jkpd/article/view/1.

Budiastuti, M.S. (2013), “Sistem Agroforestri Sebagai Alternatif Hadapi Pergeseran Musim Guna Pencapaian Keamanan Pangan”, EKOSAINS, Vol. V No. 1, pp. 1–5.

Darwanto, D.H. (2005), “Ketahanan pangan berbasis produksi dan kesejahteraan petani”, Ilmu Pertanian, Vol. 12 No. 2, pp. 152–164.

Dirjen TPH Kementerian Pertanian. (2021), Talas:Pengembangan Dan Potensi Pasar, Disampaikan pada Webinar “Analisa usaha dan kita budidaya talas beneng dengan dukungan KUR khusus pertanian”.

García-Oliveira, P., Fraga-Corral, M., Pereira, A.G., Prieto, M.A. and Simal-Gandara, J. (2022), “Solutions for the sustainability of the food production and consumption system”, Critical Reviews in Food Science and Nutrition, Taylor & Francis, Vol. 62 No. 7, pp. 1765–1781, doi: 10.1080/10408398.2020.1847028.

Haliza, W., Kailaku, S.I. and Yuliani, S. (2017), “Penggunaan Mixture Response Surfa Ce Methodology Pada Optimasi Formula Brownies Berbasis Tepung Talas Banten (Xanthosoma undipes K. Koch) Sebagai Alternatif Pangan Sumber Serat”, Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian, Vol. 9 No. 2, p. 96, doi: 10.21082/jpasca.v9n2.2012.96-106.

Hermita, N., Ningsih, E.P. and Fatmawaty, A.A. (2017), “Analisis proksimat dan asam oksalat pada pelepah daun talas beneng liar di kawasan Gunung Karang, Banten”, Jurnal Agrosains Dan Teknologi, Vol. 2 No. 2, pp. 95–104.

Hidayat, R.A., Herawati, D. and Setiadjie, A. (2022), “Karakterisasi dan Modifikasi Senyawa Amilopektin dari Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch)”, Bandung Conference Series: Pharmacy, Vol. 2 No. 2, doi: 10.29313/bcsp.v2i2.4371.

Kartina, A., Hermita, N. and Agustin, E.C. (2017), “Pengaruh ukuran bibit dan jenis pupuk organik terhadap hasil umbi talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch)”, Jur. Agroekotek, Vol. 9 No. 2, pp. 171–180.

Kusumasari, S., Eris, F.R., Mulyati, S. and Pamela, V.Y. (2019), “Karakterisasi Sifat Fisikokimia Tepung Talas Beneng Sebagai Pangan Khas Kabupaten Pandeglang”, Jurnal Agroekoteknologi, Vol. 11 No. 2, pp. 227–234.

Maryanto, I. (2013), Bioresources Untuk Pembangunan Ekonomi Hijau, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Maulani, T.R., Utami, R. and Mulyanah, A. (2019), “Pengembangan produk makaroni dari tepung talas beneng dengan penambahan daun kelor (Moringa oleifera L).”, Gorontalo Agriculture Technology Journal, Vol. 2 No. 2, pp. 69–78.

Mayrowani, H. and Ashari. (2011), “Pengembangan Agroforestry Untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani Sekitar Hutan”, Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol. 29 No. 2, pp. 83–98.

Najah, Z. and Nurtiana, W. (2021a), “Analisis pemasaran dan desain sistem perbaikan kualitas tepung talas beneng”, Jurnal Agribisnis Terpadu, Vol. 14 No. 1, pp. 29–45.

Najah, Z. and Nurtiana, W. (2021b), “Analisis Pemasaran dan Desain Sistem Perbaikan Kualitas Tepung Talas Beneng”, Jurnal Agribisnis Terpadu, Vol. 14 No. 1, pp. 29–45.

Ningsih, E.P. and Hermita, N. (2016), “Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Kandungan Proksimat dan Komposisi Asam Oksalat pada Kulit Umbi Talas Beneng (Xanthasoma undipes K. Kock) yang Dibudidayakan”, Jurnal Agroekoteknologi, Vol. 8 No. 2, pp. 139–142.

Noviar, H., Saputra, A., Syahril, S., Fitriadi, F. and Badli, S. (2023), “Tantangan Pengembangan Pertanian Wilayah Pedesaan (Studi Kasus Desa Leuken)”, Jurnal Pengabdian Agro and Marine Industry, Vol. 3 No. 1, pp. 16–27.

Pamela, V.Y., Nurtiana, W. and Meindrawan, B. (2019), “Amylography Profile and Microstructure Of Beneng Taro Banten (Xanthosoma undipes K. Koch) Starch”, Food ScienTech Journal, Vol. 1 No. 2, p. 100, doi: 10.33512/fsj.v1i2.7319.

Pancasasti, R. (2016), “Pengaruh elevasi terhadap kadar asam oksalat talas beneng ( Xanthosoma undipes K . Koch ) di sekitar kawasan Gunung Karang Provinsi Banten”, Jurnal Ilmiah SETRUM, Vol. 5 No. 1, pp. 21–25.

Rusbana, T.B., Saylendra, A. and Djumantara, R. (2016), “Inventarisasi Hama dan Penyakit Yang Berasosiasi Pada Talas Beneng (Xanthosoma Undipes K. Koch) Di Kawasan Gunung Karang Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten”, Jurnal Agroekoteknologi, Vol. 8 No. 1, pp. 1–6.

Sabarnurdin, M.S., Budiadi and Suryanto, P. (2011), Agroforestri Untuk Indonesia : Strategi Kelestarian Hutan Dan Kemakmuran, Cakrawala Media, Yogyakarta.

Soerjandono, N.B. (2016), “Manajemen Agribisnis Tanaman Pangan Berbasis Umbian: Ubi Kelapa (Diocorea alata)”, Prosiding Seminar Nasional Agribisnis Dan Pengembangan Ekonomi Perdesaan III, pp. 29–37.

Suhandi, S., Hanafiah, H. and Harsono, P. (2020), “Strategi Pemasaran Makanan Tradisional Keripik Talas Beneng Khas Kabupaten Pandeglang”, Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen, Vol. 10 No. 2, pp. 144–152.

Susilawati, Nur, P., Yursak, Zuraida, Kurniawati, Sri, Saryoko, et al. (2021), Petunjuk Teknis Budidaya Dan Pengolahan Talas Beneng, BPPT Banten, Kementerian Pertanian.

Tabloidsinartani.com. (2021), “Diminta Banyak, Ekspor Talas Beneng Pandeglang Masih 18 Ton”, available at: https://tabloidsinartani.com/detail/industri-perdagangan/olahan-pasar/15569-Diminta-Banyak-Ekspor-Talas-Beneng-Pandeglang-Masih-18-Ton. 9 Februari 2021.

Visiamah, F. and Simanjuntak, W. (2021), “Hydrolysis Optimization of Beneng Taro Tubers (Xantoshoma undipes K. Koch) as Bioethanol Raw Material”, ALKIMIA : Jurnal Ilmu Kimia Dan Terapan, Vol. 4 No. 2, pp. 58–65, doi: 10.19109/alkimia.v4i2.5238.

Wahyuni, D. (2017), “Penguatan kelembagaan petani menuju kesejahteraan petani”, Jurnal Kesejahteraan Sosial, Vol. 10 No. 17, pp. 9–12.

Winara, A., Fauziyah, E., Widiyanto, A., Sudomo, A., Siarudin, M., Hani, A., Indrajaya, Y., et al. (2022), “Assessing the Productivity and Socioeconomic Feasibility of Cocoyam and Teak Agroforestry for Food Security”, Sustainability, MDPI, Vol. 14 No. 19, p. 11981, doi: 10.3390/su141911981.

Yuniarsih, E., Adawiyah, D.R. and Syamsir, E. (2019), “Karakter Tepung Komposit Talas Beneng dan Daun Kelor pada Kukis”, Indonesian Journal of Food Quality, Vol. 6 No. 1, pp. 46–53.

Unduhan

Diterbitkan

2024-12-13

Cara Mengutip

POTENSI TALAS BENENG (Xanthosoma undipes) UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS HUTAN RAKYAT DI CIAMIS, JAWA BARAT. (2024). Creative Research Journal, 10(02), 97-106. https://doi.org/10.34147/crj.v10i02.365