ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS BERDASARKAN PEMETAAN PASAR TRADISIONAL DAN MODERN DI KABUPATEN BOGOR
DOI:
https://doi.org/10.34147/crj.v11i02.397Kata Kunci:
Pasar Modern, Pasar Tradisional , Peta, Potensi Kawasan StrategisAbstrak
Pemilihan potensi strategis pengembangan suatu wilayah sangat bergantung pada dinamika perekonomian setempat. Salah satu faktor kunci penguatan perekonomian daerah adalah hadirnya pasar tradisional dan modern. Namun, keberadaan pasar-pasar tersebut seringkali dapat menyebabkan tumpang tindih jangkauan pelayanan ritel modern dan tradisional, sehingga menghasilkan lingkungan bisnis yang tidak kompetitif dan hanya menguntungkan satu pihak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi terkini pasar tradisional dan modern di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Analisis tersebut tidak hanya memberikan pemetaan pasar tetapi juga menjadi acuan pemilihan kawasan strategis di Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yang memadukan teknik Average Nearest Neighbor (ANN) dan Panel Spatial. Hasil analisis mengidentifikasi 4 dari 40 Kecamatan yaitu Kecamatan Cariu, Kecamatan Tanjung Sari, Kecamatan Rancabungur, dan Kecamatan Tenjolaya sebagai rekomendasi pengembangan kawasan strategis sektor Perdagangan di Kabupaten Bogor. Namun perlu dilakukan pemetaan lebih lanjut mengenai pasar tradisional dan minimarket yang ada di Kabupaten Bogor, baik yang sudah beroperasi maupun yang belum. Hal ini bertujuan untuk menjamin pelayanan pasar yang lebih merata di seluruh Kabupaten Bogor. Dan perlu adanya kebijakan, mengingat jumlah minimarket yang melebihi kapasitas yang telah dihitung, maka sebaiknya pemberian izin usaha lebih selektif sehingga tercipta iklim usaha yang kompetitif dan sehat dan perlu adanya dukungan bagi pelaku usaha ritel tradisional untuk meningkatkan daya saingnya, termasuk memfasilitasi upaya kemitraan dengan peritel modern.
Unduhan
Referensi
Adams, S.W., Kasten, C. and Kelley, E.K. (2024) ‘How free is free? Retail trading costs with zero commissions’, Journal of Banking and Finance, 165. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jbankfin.2024.107226.
ANTARA NEWS. (2024). Anggota DPRD minta DKI kaji ulang izin minimarket untuk lindungi UMKM. https://www.antaranews.com/berita/4105458/anggota-dprd-minta-dki-kaji-ulang-izin-minimarket-untuk-lindungi-umkm. (diakses 11/05/25)
Anselin, L. (1988). Anselin, L. (1988). Spatial Econometrics: Methods and Models. Berlin: Springer. https://doi.org/10.1007/978-94-015-7799-1
Asnawi, A. (2017) Analisis spasial dan pola sebaran lokasi retail modern Alfa di Kota Makassar. Universitas Hasanuddin.
Aulia, A. dkk. (2009) Pola Distribusi Spasial Minimarket di Kota-Kota Kecil.
DETIKNEWS. (2017). Jaga Pasar Tradisional, Pemerintah Diminta Moratorium Minimarket. Https://news.detik.com/adv-nhl-detikcom/d-3526501/jaga-pasar-tradisional-pemerintah-diminta-moratorium-mini-market. (diakses 11/05/25)
Dharmadiatmika, I.M.S. (2021) ‘Faktor-Faktor Pemilihan Lokasi dan Sebaran Minimarket Waralaba di Kecamatan Denpasar Barat’, Space, 3(3), pp. 291–304.
Florez-Acosta, J. and Herrera-Araujo, D. (2020) ‘Multiproduct retailing and consumer shopping behavior: The role of shopping costs’, International Journal of Industrial Organization, 68. Available at: https://doi.org/10.1016/j.ijindorg.2019.102560.
Hidayah, B. and Amin, C. (2021) ‘Analisis Pola Spasial dan Faktor Pemilihan Lokasi Minimarket di Kabupaten Klaten’, Media Komunikasi Geografi, 22(2), p. 171. Available at: https://doi.org/10.23887/mkg.v22i2.36806.
Institute For Development of Economics and Finance (2007) Kajian Dampak Ekonomi Keberadaan Hypermarket terhadap Ritel/ Pasar Tradisional: Ringkasan Eksekutif. Jakarta.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2021) Peran Penting Kontribusi Perdagangan Ritel dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional. Available at: https://ekon.go.id/publikasi/detail/3442/peran-penting-kontribusi-perdagangan-ritel-dalam-mendukung-pertumbuhan-ekonomi-nasional (Accessed: 16 January 2025).
Koster, H.R.A., Pasidis, I. and van Ommeren, J. (2019) ‘Shopping externalities and retail concentration: Evidence from dutch shopping streets’, Journal of Urban Economics, 114. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jue.2019.103194.
LeSage, J. and Pace, R., K. (2009). Introduction to Spatial Econometrics. Taylor & Francis Group, LLC. ISBN‑13: 978‑1‑4200‑6424‑7.
Long, J. and Robertson, C. (2018) ‘Comparing spatial patterns’, Geography Compass, 12(2). Available at: https://doi.org/10.1111/gec3.12356.
Moleong, L., J. (2014) Metodologi Penelitian KualitatifLexy J. Moleong. 32nd edn. P.T.Remaja Rosdakarya.
Ossokina, I. V., Svitak, J. and Teulings, C.N. (2024) ‘The urban economics of retail’, Regional Science and Urban Economics, 108. Available at: https://doi.org/10.1016/j.regsciurbeco.2024.104026.
Pandin, M.L. (2009) ‘Potret Bisnis Ritel di Indonesia: Pasar Modern’, Economic Review, 215. Available at: www.fas.usda.gov/.
Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor (2016). Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor.
Peraturan Daerah Kabupaten Bogor Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2005-2025.
Porter, M.E. (1985) ‘Competitive-advantage’.
Porter, M.E. (1990) The Competitive Advantage of Nations Harvard Business Review.
Rahardian, M. (2017) Analisis dan Pola Sebaran Lokasi Retail Modern Indomaret di Kota Makasar. Universitas Hasanuddin .
Recchia, D. et al. (2024) ‘Store-specific grocery shopping patterns and their association with objective and perceived retail food environments’, Public Health Nutrition, 27(1). Available at: https://doi.org/10.1017/S1368980023002720.
Riadhi, A.R., Aidid, M.K. and Ahmar, A.S. (2020) ‘Analisis Penyebaran Hunian dengan Menggunakan Metode Nearest Neighbor Analysis’, VARIANSI: Journal of Statistics and Its application on Teaching and Research, 2(1), p. 46. Available at: https://doi.org/10.35580/variansiunm12901.
Rusham. (2016). Analisis Dampak Pertumbuhan Pasar Moderen Terhadap Eksistensi Pasar Tradisional Di Kabupaten Bekasi. Jurnal Ilmiah Ekonomi Manajemen Dan Kewirausahaan. Vol.10, No. 2. pp. 153-166.
Sarwoko, E. (2008) Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Kinerja Pedagang Pasar Tradisional Di Wilayah Kabupaten Malang. Ekonomi Modernisasi, 4(2), pp. 97–115. Available at: http://ejournal.ukanjuruhan.ac.id.
Saskara, I.P.A., Putra, I.G.P.A. and Wirawan, K. (2020) ‘Pola Sebaran Lokasi Minimarket dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kota Denpasar’, Riset Planologi, 1(1), pp. 1–13. Available at: https://doi.org/10.32795/pranatacara_bhumandala.v1i1.654.
Tambunan, T., N. (2004) Kajian Persaingan dalam Industri Retail. Business Competition Supervisory Commission.
Utomo, J.T. (2011) ‘Persaingan Bisnis Ritel: Tradisional vs Modern (The Competition of Retail Business: Traditional vs Modern)’, Fokus Ekonomi, 6(1), pp. 122–133.
Wahyuningsih, T. and Harmadi, S.H.B. (2015) ‘Analisis Lokasi dan Pola Sebaran Pasar Modern di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Bantul’, Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan, 4(2), pp. 157–176.
Yuliani, N., Rahmawan, L.H., and Santika, A. (2024). Analisis Dampak Minimarket Ritel Modern Terhadap Pasar Tradisional Menurut Perspektif Ekonomi Islam Di Desa Suka Maju Jati Agung Lampung Selatan. Jurnal of Islamic Economics, Management and Business. Vol 3, No 1. pp. 122-128.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Fahmi Iqbal Firdaus, Parlupi Indrayani, Syukri Yusuf Nasution, Tommy Hendrix

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.













