REVITALISASI SENTRA PETERNAKAN RAKYAT SEBAGAI STRATEGI TRANSFORMASI EKONOMI LOKAL DI JAWA BARAT

Penulis

  • Ferdi Fathurohman Universitas Diponegoro
  • Rita Purwasih Universitas Diponegoro https://orcid.org/0009-0007-5927-1744
  • Titik Ekowati Universitas Diponegoro
  • Siwi Gayatri Universitas Diponegoro
  • Retno Adiwinarti Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.34147/crj.v11i02.426

Kata Kunci:

Analisis Jejaring Aktor, Ekonomi Lokal, Kelembagaan, Pembangunan Berkelanjutan, Sentra Peternakan Rakyat

Abstrak

Sentra Peternakan Rakyat (SPR) merupakan pendekatan kelembagaan kolektif yang dirancang untuk memperkuat posisi peternak rakyat melalui prinsip manajemen agribisnis. Meskipun diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan produktivitas dan daya saing, banyak SPR mengalami stagnasi setelah satu dekade implementasi, termasuk di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kelembagaan, relasi antaraktor serta tantangan dan peluang dalam upaya revitalisasi SPR sebagai strategi pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan. Penelitian dilakukan di empat kabupaten sentra peternakan (Subang, Purwakarta, Bogor, dan Sukabumi). Penelitian dilakukan pada bulan Juli sampai Oktober 2025 dengan pendekatan kualitatif melalui studi dokumen, wawancara mendalam dan observasi lapangan. Analisis menggunakan pendekatan tematik dan diperkuat dengan actor-network analysis (ANA). Hasil menunjukkan bahwa kelemahan tata kelola internal, kurangnya dukungan kebijakan lintas sektor dan keterbatasan integrasi rantai nilai menjadi penghambat utama perkembangan SPR. Terdapat peluang strategis melalui kolaborasi multipihak, adopsi teknologi digital dan integrasi prinsip ekonomi hijau. Studi ini merekomendasikan reformulasi kelembagaan berbasis wilayah dan pembangunan platform kolaboratif untuk menjamin keberlanjutan. Temuan ini memperkaya kebijakan pembangunan pedesaan berbasis bukti dan mendukung percepatan transformasi ekonomi hijau di tingkat lokal.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Arifin, B., Darmawan, A., & Mulyo, J. H. (2022). Kondisi sosial-ekonomi peternak sapi potong di Indonesia dan strategi pemberdayaan. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, 22(1), 45–59. https://doi.org/10.24843/JIIP.2022.v22.i01.p05

Arifin, B., Ibrahim, A., & Saputra, A. (2022). Institutional strengthening model for smallholder beef cattle farming in Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(1), 114–122. https://doi.org/10.18343/jipi.27.1.114

Badan Pusat Statistik. (2023). Produk Domestik Bruto Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2022. Jakarta: BPS.

Bappeda Provinsi Jawa Barat. (2024). Rancangan Akhir RPJMD Provinsi Jawa Barat 2025–2029. Bandung: Bappeda Jabar.

Bappenas. (2023). Strategi nasional pembangunan ekonomi hijau 2023–2045. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. https://bappenas.go.id

Clay, N., Garnett, T., & Lorimer, J. (2020). Dairy intensification: Drivers, impacts and alternatives. Ambio, 49(1), 35–48. https://doi.org/10.1007/s13280-019-01180-y

Crippa, M., Solazzo, E., Guizzardi, D., & Monforti-Ferrario, F. (2021). Food systems are responsible for a third of global anthropogenic GHG emissions. Nature Food, 2(3), 198–209. https://doi.org/10.1038/s43016-021-00225-9

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. (2023). Laporan Tahunan Statistik Peternakan Jawa Barat. Bandung: DKPP Jabar.

Dwiatmika, K., & Arya, A. (2020). Actor-network analysis dalam pengembangan kelembagaan pertanian di Bali. Jurnal Pembangunan Pertanian, 41(3), 215–227. https://doi.org/10.21082/jpp.v41n3.2020.p215-227

FAO. (2020). Greenhouse gas emissions from livestock: A global assessment. Food and Agriculture Organization of the United Nations. https://doi.org/10.4060/ca7348en

Giller, K. E., Delaune, T., Silva, J. V., van Wijk, M., Hammond, J., Descheemaeker, K., et al. (2021). Small farms and development: Do they have a future? Global Food Security, 31, 100574. https://doi.org/10.1016/j.gfs.2021.100574

Haug, R., & Darnhofer, I. (2022). Building resilient rural institutions: Actor-network perspectives on agricultural development. Journal of Rural Studies, 94, 328–337. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2022.07.015

Herrero, M., Thornton, P. K., Mason-D’Croz, D., Palmer, J., Benton, T. G., Bodirsky, B. L., et al. (2021). Innovation can accelerate the transition towards a sustainable food system. Nature Food, 2(5), 266–272. https://doi.org/10.1038/s43016-021-00225-7

Hidayat, D., Syahyuti, & Widodo, W. (2019). Penguatan Kelembagaan Peternak melalui SPR. Jurnal Studi Pedesaan, 13(2), 77–90. https://doi.org/10.25077/jsp.13.2.77-90.2019

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Pedoman umum Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Latour, B. (2005). Reassembling the social: An introduction to actor-network-theory. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/0199256047.001.0001

Mottet, A., & Tempio, G. (2021). Global poultry sector trends and external drivers of structural change. Animal Frontiers, 11(2), 7–14. https://doi.org/10.1093/af/vfab009

North, D. C. (1990). Institutions, institutional change and economic performance. Cambridge University Press.

Nugraha, A. (2024). Ironi peternak sapi di lumbung daging Jawa Barat. Pikiran Rakyat, hlm. 8. [Diakses 20/10/2024].

OECD. (2020). A green recovery: Towards more resilient and inclusive economies. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/greenrecovery-en

Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.

Ostrom, E. (2010). Beyond markets and states: Polycentric governance of complex economic systems. American Economic Review, 100(3), 641–672. https://doi.org/10.1257/aer.100.3.641

Putnam, R. D. (1995). Bowling alone: America's declining social capital. Journal of Democracy, 6(1), 65–78. https://doi.org/10.1353/jod.1995.0002

Scott, W. R. (2014). Institutions and organizations: Ideas, interests, and identities (4th ed.). Sage Publications.

Setiawan, D., Rochadi, R., & Nuraini, I. (2021). Evaluasi implementasi SPR di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Manajemen Agribisnis, 9(2), 85–99. https://doi.org/10.21776/ub.jab.2021.009.02.7

Smith, P., & Olesen, J. E. (2020). Synergies between mitigation of, and adaptation to, climate change in agriculture. Journal of Agricultural Science, 158(3), 219–225. https://doi.org/10.1017/S0021859620000671

Supriyanto, S. (2021). Tantangan sistem peternakan rakyat di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian Indonesia, 9(1), 23-35. https://doi.org/10.21082/jei.v9n1.2021.23-35

Thornton, P. K., & Herrero, M. (2019). The changing livelihoods of livestock keepers: Pathways to poverty reduction and resilience. Annual Review of Environment and Resources, 44, 291–320. https://doi.org/10.1146/annurev-environ-101718-033302

Weindl, I., Popp, A., Bodirsky, B. L., Rolinski, S., Lotze-Campen, H., Müller, C., et al. (2020). Livestock production and the water challenge of future food supply: Implications for agricultural trade and policy. Environmental Research Letters, 15(9), 095002. https://doi.org/10.1088/1748-9326/ab9d84

Wijayanti, R., & Setiadi, F. (2025). Evaluasi program peternakan rakyat: Ke mana setelah seremoni?. Trobos Livestock, Edisi 281, 42-45. [Diakses 15/11/2024].

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-18

Cara Mengutip

REVITALISASI SENTRA PETERNAKAN RAKYAT SEBAGAI STRATEGI TRANSFORMASI EKONOMI LOKAL DI JAWA BARAT. (2025). Creative Research Journal, 11(02), 99-110. https://doi.org/10.34147/crj.v11i02.426