- Submit Artikel Baru
- Tentang CR Journal
- Tim Penyunting
- Mitra Bestari
- Fokus dan Ruang Lingkup
- Kebijakan Proses Penyuntingan
- Frekuensi Publikasi
- Pernyataan Akses Terbuka
- Biaya Pemrosesan Artikel
- Cek Plagiarisme
- Referensi
- Pemberitahuan Lisensi dan Hak Cipta
- Pernyataan Malapraktik dan Etika Publikasi
- Kebijakan Crossmark
- Pertanyaan Umum
Vol 12 No 01 (2026): Creative Research Journal
CR Journal Vol. 12 No. 01 Juni 2026 ini terdiri dari 7 (tujuh) artikel yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Selain itu, pada terbitan kali ini terdapat 1 (satu) artikel yang bersumber dari penyelenggaraan West Java Research Summit (WJRS) tahun 2025 lalu. Berikut ini judul artikel yang terbit pada CR Journal Vol. 12 No. 01 Juni 2026: 1) Paradoks Pendidikan dan Ekonomi: Analisis Determinan Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan di Provinsi Jawa Barat (2020-2024), 2) Dibalik Arus Modal: Menguji Determinasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dalam Menurunkan Pengangguran di Jawa Barat, 3) Analisis Spasial Prevalence of Undernourishment Tingkat Desa di Kabupaten Sukabumi, 4) Strategi Pengembangan Objek Wisata Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil di Kawasan Jatigede dengan Pendekatan Terintegrasi, 5) Penataan Kawasan Sekitar Gerbang Tol Soreang–Pasirkoja, 6) Pemodelan Struktur dan Aktivitas Perkotaan melalui Pendekatan Clockboard Zoning: Studi Kasus Kawasan Cekungan Bandung dan 7) Analisis Pola Spreading Effect dan Backwash Effect dalam Mengeksplorasi Teori Growth Pole (Studi Kasus: Kawasan Perkotaan Cekungan Bandung).
Pada artikel pertama, hasil penelitian mengungkap adanya paradoks pendidikan di mana RLS berpengaruh negatif signifikan terhadap partisipasi kerja perempuan (-5.196), mengindikasikan adanya efek discouraged worker atau selektivitas yang tinggi pada wanita terdidik. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi (PDRB) berpengaruh positif signifikan (19.665) dalam mendorong partisipasi, sementara upah minimum (UMK) tidak menunjukkan dampak signifikan. Temuan ini menyarankan bahwa penciptaan lapangan kerja yang sesuai dengan tingkat pendidikan tinggi sangat krusial bagi pembangunan Jawa Barat. Selanjutnya, pada artikel kedua, menunjukkan PMDN berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, menandakan perannya dalam penyerapan tenaga kerja. Sebaliknya, PMA berpengaruh positif dan signifikan, mengindikasikan sifat padat modal dan potensi ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch). LPE terbukti signifikan menurunkan TPT, namun IPM secara berlawanan berpengaruh positif. Simpulan utama adalah tidak semua investasi berdampak sama terhadap pasar kerja. Implikasi dari sisi kebijakan adalah perlunya mendorong fokus pada kualitas investasi yang padat karya, terutama dari sumber domestik, serta penyelarasan kualitas sumber daya manusia dengan kebutuhan industri.
Pada artikel ketiga, menunjukkan nilai Moran’s Index sebesar 0,50 yang mengindikasikan adanya pola mengelompok (clustering) pada PoU dan hotspot area ditemukan di wilayah Barat Laut dan Selatan. Uji korelasi menghasilkan nilai -0,38, menunjukkan hubungan negatif antara PoU dan IDM. Diketahui pola penyebaran hotspot pada desa maju dan mandiri cenderung berada di wilayah Selatan. Temuan ini menegaskan adanya keterkaitan antar wilayah untuk tingkat PoU cukup tinggi di Kabupaten Sukabumi, sehingga perlu kebijakan dan strategi pembangunan yang lebih terarah khususnya dalam penguatan ketahanan pangan berbasis tata kelola pemerintahan yang baik guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kemudian, pada artikel keempat, menunjukkan temuan analisis menunjukkan bahwa Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil memiliki keunggulan dalam hal keunikan budaya dan arsitektur serta dukungan kelembagaan, tetapi di sisi lain menyimpan kelemahan dan ancaman yang dapat menggeser eksistensinya jika tidak ada langkah strategis yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang sebagai pengelola utamanya. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa perlu ada upaya transformatif yang dapat meningkatkan pengembangan destinasi wisata Jatigede, khususnya Menara Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil. Artikel kelima, hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan kawasan dapat dilakukan melalui segmentasi tiga zona utama—gerbang, koridor inti, dan koridor pendukung—dengan penerapan parameter seperti pengaturan Garis Sempadan Bangunan (GSB), penyediaan jalur pedestrian minimal 4 meter yang inklusif, penguatan streetscape, serta integrasi aktivitas informal melalui pendekatan spatio-temporal. Konsep ini mendukung perwujudan kawasan dengan prinsip live, work, and play serta atribut comfort and image yang mampu meningkatkan kualitas ruang publik dan citra kawasan sebagai gerbang Ibu Kota Kabupaten Bandung. Temuan ini memberikan dasar operasional bagi penyusunan pedoman rancang kota dan integrasi pengendalian pertumbuhan dalam dokumen perencanaan ruang daerah.
Artikel keenam menunjukkan nilai maksimum NDBI mencapai 0,552 yang terkonsentrasi di kawasan inti metropolitan, sedangkan nilai rata-rata NDBI bersifat negatif, mengindikasikan dominasi area non-terbangun pada tingkat skala cekungan. Intensitas NTL tertinggi tercatat di Kota Bandung dengan nilai rata-rata 29,56 nW/cm²·sr dan kepadatan 117,67/km², sementara wilayah perifer menunjukkan penurunan intensitas yang lebih tajam. Klasifikasi bivariat NDBI–NTL pada 45 zona clockboard mendominasi oleh Sektor Transisi dan Sektor Dominan Berkembang, dengan Sektor Inti hanya mencakup 26,67% zona, mencerminkan pola pertumbuhan metropolitan Cekungan Bandung yang bersifat polisentris asimetris berbasis koridor dan terakhir pada artikel ketujuh, hasil studi membuktikan dominasi Kota Bandung sebagai inti (core) memicu backwash effect yang melemahkan wilayah penyangga, khususnya penurunan peringkat ekonomi Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat akibat migrasi sumber daya dan dampak pandemi. Temuan ini mengindikasikan terjadinya monopoli kutub pertumbuhan, sehingga diperlukan strategi pembentukan pusat pertumbuhan sekunder dan pemerataan aksesibilitas regional untuk mendorong distribusi pembangunan yang lebih berimbang.
Selamat membaca CR Journal Vol. 12 No. 01 Juni 2026 dan semoga memberi manfaat.
Diterbitkan:
2026-05-07
Terbitan Utuh
Artikel
-
PARADOKS PENDIDIKAN DAN EKONOMI: ANALISIS DETERMINAN PARTISIPASI ANGKATAN KERJA PEREMPUAN DI PROVINSI JAWA BARAT (2020-2024)
-
Abstract views :
213 times
-
Downloaded :
285 times
-
DIBALIK ARUS MODAL: MENGUJI DETERMINASI PENANAMAN MODAL ASING (PMA) DAN PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) DALAM MENURUNKAN PENGANGGURAN DI JAWA BARAT
-
Abstract views :
86 times
-
Downloaded :
108 times
-
ANALISIS SPASIAL PREVALENCE OF UNDERNOURISHMENT TINGKAT DESA DI KABUPATEN SUKABUMI
-
Abstract views :
63 times
-
Downloaded :
63 times
-
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA MENARA KUJANG SAPASANG DAN MASJID AL KAMIL DI KAWASAN JATIGEDE DENGAN PENDEKATAN TERINTEGRASI
-
Abstract views :
44 times
-
Downloaded :
68 times
-
PENATAAN KAWASAN SEKITAR GERBANG TOL SOREANG–PASIRKOJA
-
Abstract views :
54 times
-
Downloaded :
46 times
-
PEMODELAN STRUKTUR DAN AKTIVITAS PERKOTAAN MELALUI PENDEKATAN CLOCKBOARD ZONING: STUDI KASUS KAWASAN CEKUNGAN BANDUNG
-
Abstract views :
45 times
-
Downloaded :
22 times
-
ANALISIS POLA SPREADING EFFECT DAN BACKWASH EFFECTDALAM MENGEKSPLORASI TEORI GROWTH POLE (STUDI KASUS: KAWASAN PERKOTAAN CEKUNGAN BANDUNG)
-
Abstract views :
31 times
-
Downloaded :
28 times













